Judul : Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan
link : Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan
Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan
Helena besar dalam lingkungan Kristen. Namun, ia tidak pernah melihat orang berdoa atau menyebut nama Allah.
�Kami merayakan Natal, Paskah dan hari besar lain. Tapi aku tak pernah tahu mengapa harus merayakannya,� kata dia.
Sebagai penganut Kristen, lanjutnya, tentu harus mengetahui seluk beluk tentang agama tersebut. Tidak seperti kondisinya saat ini, di mana pengetahuan Kristen begitu minim.
Sebabnya, Helena berulang kali ambil bagian dalam kegiatan gereja untuk belajar tentang agamanya. �Begitu besar harapanku saat mengikuti kamp musim panas ala gereja. Nyatanya, aku tidak mendapat pengetahuan sedikit pun,� ujarnya.
Dari pengalaman itu, Helena secara perlahan mulai berpikir untuk tidak lagi memandang penting sebuah agama. Yang terlintas di pikirannya saat itu, bagaimana melanjutkan hidup guna merajut masa depan. �
Semenjak sekolah, aku selalu mendapatkan nilai terbaik. Tidak terlintas sedikit pun dalam pikiranku untuk mendalami agama,� kata dia. �Tanpa agama, aku merasa baik-baik saja.�
Helena sebenarnya sadar manusia membutuhkan pegangan hidup. Sebuah pedoman untuk membentengi diri dari rasa sakit atau depresi saat menjalani kehidupan. Tapi sulit bagi dia untuk menerima agama begitu saja. �Aku mengalami perang batin, meski berulang kali aku patahkan dengan keinginan kuat untuk tidak bergantung pada Tuhan,� tuturnya.
Semenjak itu, Helena memandang Tuhan tak lebih dari seorang yang tua berambut putih yang tidak bisa menciptakan dan mengatur alam semesta. �Aku semakin tidak percaya saat dicekoki teori Darwin. Teori itu seolah fakta,� ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, Helena tidak lagi sanggup untuk menutupi kekurangannya itu. Ia mulai mencoba untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Ia dengan perlahan mulai membuka kran untuk menerima Tuhan. �Aku semakin tertekan. Aku merasa hidup seperti dalam penjara,� ungkapnya.
Perlahan tapi pasti, Helena mulai mempelajari ajaran Hindu dan Buddha. Dari kedua agama itu, ia mempelajari tata cara beribadah.
�Saat itu, aku belum tahu tentang Islam. Aku pernah membaca buku tentang Islam, tapi aku tidak tahu mengapa enggan membaca buku itu lantaran berbau propaganda yang menyudutkan Islam dan Muslim,� ujarnya.
Isi buku itu, kata Helena, merupakan distorsi media massa. Terlihat dari isinya yang menceritakan bagaimana pria Muslim menindas istrinya.
Memasuki tahun terakhir kuliah, Helena kian memiliki gairah besar untuk mendalami ilmu pengetahuan. Tapi tidak seperti sebelumnya, pencarian akan kebenaran terus ia lakukan. Yang menarik, Islam mulai masuk dalam perhatiannya.
�Aku tidak tahu siapa Muhammad, dan aku tidak tahu bahwa Allah sama dengan �Tuhan�. Aku mulai bertanya dan membaca buku, tetapi yang paling penting, aku mulai bersosialisasi dengan kaum Muslim,� tuturnya.
Dulu, Helena sempat berteman dengan orang-orang dari sejumlah negara lain. Ia selanjutnya berkenalan dengan Muslim. Kesan pertama perkenalan itu cukup mengena di hatinya.
�Mereka menerimaku dengan apa adanya. Tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk memaksaku memeluk Islam. Mereka memperkenalkan apa yang disebut Islam, lantas bagaimana seorang Muslim beribadah. Aku tertarik, tapi aku belum yakin Islam adalah jawabannya,� paparnya.
Helena pun tak berhenti mengenal lebih dalam tentang Islam. Ia bandingkan dengan kepercayaan sebelumnya. Lalu kesimpulan yang ia dapat, Islam adalah jawabannya.
�Yang menarik perhatianku adalah Islam seiring sejalan dengan ilmu pengetahuan. Islam mendorong setiap Muslim untuk menguasai sains. Aku bahagia mengetahui hal itu, tapi hatiku belum utuh menerimannya,� kenangnya.
Tak lama berselang, hati Helena pun luluh. Ia membayangkan diri hidup dengan identitas Muslim. �Aku terkejut, aku merasa hidupku akan lebih jujur, sederhana, damai dan tenang. Aku mendapatkan esensi dari makna kehidupan. Alhamdulillah, aku pun bersyahadat,� pungkasnya.
Subhanallah...
Semoga kisah ini bisa menjadi hikmah buat kita semua...
Sumber : republika.co.id
Info Amal Jariyah :
Demikianlah Artikel Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan
Sekianlah artikel Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Helena : Islam Seiring Sejalan dengan Ilmu Pengetahuan dengan alamat link https://kisahduniamuallaf.blogspot.com/2013/05/helena-islam-seiring-sejalan-dengan.html

